drone-mq9-raper

Di awal tahun 2020 tepatnya tanggal 3 Januari, dunia sedang dibuat ramai dengan serangan militer Amerika Serikat (AS) yang menewaskan pemimpin militer Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani. Perwira militer senior Iran yang merupakan komandan dari Pasukan Quds tersebut tewas setelah tertembak rudal yang dibawa oleh Drone jenis MQ-9 Reaper di Bandar Udara Internasional Baghdad, Irak. Drone ini sebenarnya difungsikan untuk intelijen, pengawasan, dan pengintaian. Selain dipakai oleh Angkatan Udara AS, drone ini juga digunakan Angkatan Laut AS. Berikut 5 fakta mengenai MQ-9 Reaper, Drone Pembunuh Jenderal Iran yang heboh belakangan ini:

1. Senjata Mematikan

Kata ‘Reaper’ sendiri jika diterjemahkan yaitu ‘Mesin Penuai’ (Dalam Bahasa Indonesia) dan dapat diartikan sebagai mesin penuai kematian. MQ-9 Reaper sendiri mempunyai mesin yang dapat menyemburkan 950 horsepower (hp) atau 950 tenaga kuda. Jauh lebih besar dibandingkan pendahulunya, MQ-1 Predator dengan mesin yang dapat menyemburkan 115 hp. 

2. Pembawa Armor

MQ-9 Reaper biasanya dipasang senjata berupa rudal AGM-114 Hellfire hingga bom GBU-12 Paveway II serta membutuhkan panduan laser untuk menunjuk target. Drone ini juga dapat membawa 4 misil Hellfire berdaya ledak cukup dasyat dan mampu menghancurkan tank. Ketika slot amunisi senjata terisi penuh, Drone tersebut dapat terbang selama 14 jam dengan kecepatan maksimal 240 knots atau 230 mil per jam.

3. Multifungsi

MQ-9 Reaper juga dapat digunakan sebagai alat dalam operasi intelijen, pengintaian dari udara dan penyerangan dari darat. Untuk mendukung penyerangan tersebut, drone ini dapat digunakan untuk memperoleh atau melacak target intelijen lainnya. Drone ini juga mampu mendukung banyak operasi seperti pengawasan batas wilayah di pantai, pelacakan senjata, penegakan embargo, serta bantuan ketika bencana datang.

4. Fasilitas Militer Di Beberapa Negara

MQ-9 Reaper tak hanya digunakan oleh AS, tapi juga digunakan oleh beberapa negara di seluruh dunia seperti Australia, Jerman, Prancis, India, Italia, Belanda, Spanyol, Belgia, hingga Britania Raya.

5. Biaya Operasional Mahal

Untuk membeli MQ-9 Reaper ini, pemerintah harus merogoh kocek hingga US$64,2 juta per unit atau Rp 898,9 miliar, harga yang cukup fantastis untuk Drone militer. Drone mematikan ini mulai dioperasikan AS pada tahun 2007 lalu. Pada bulan September 2015, angkatan udara AS sudah memiliki 93 unit di gudang senjatanya.

Demikian, 5 Fakta mengenai Drone MQ-9 Reaper yang dapat kami sajikan semoga bisa memberikan wawasan pengetahuan kepada kita semua.

Sumber: CNN Indonesia, Liputan 6

5 Fakta MQ-9 Reaper, Drone Pembunuh Jenderal Iran

gilangmedia

Saya adalah seorang Freelance Software Engineer yang bergerak dibidang Pemrograman Web serta bekerja disalah satu instansi swasta di kota tercinta, seorang Freelance Designer pecinta aplikasi Photoshop, seorang Freelance Photographer yang hobi Hunting ke tempat-tempat unik, dan pastinya seorang Freelance Traveller yang suka main ke tempat wisata ketika liburan telah tiba. Bagi saya, menjadi seorang Freelancer adalah hal yang paling seru dan mengasyikkan apalagi didukung dengan kemampuan dan hobi yang dimiliki.

Tinggalkan Balasan